Penulis: Elsa Usmiati | Editor: Adham Ibnu Rusdi 

JTV – Pada tanggal 24 Agustus 2021 tersebar surat edaran No.3270/R/HK.00.7/08/2021 mengenai kegiatan akademik dan non akademik semester ganjil Tahun 2021/2022 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa kegiatan akademik mempunyai dua model yaitu perkuliahan model daring dan perkuliahan model luring atau bauran. Surat edaran tersebut menimbulkan tanggapan dari mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait perkuliahan model luring.

“Lebih ke excited tidak sabar melakukan kegiatan belajar tatap muka karena dari pemerintah sendiri udah mulai banyak yang tatap muka dari jenjang SD, SMP, SMA setelah itu mungkin perkuliahan”, kata Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Syafira Febby Ayu.

Setelah surat edaran tersebut tersebar, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunggu kepastian waktu dan tanggal perkuliahan model luring.

“Saya sendiri bingung ya, karena kepastian waktu dan tanggal itu benar-benar offline-nya itu kapan dan bagaimana sistem perkuliahannya. Tapi dilain sisi saya merasa senang karena ada sedikit harapan untuk kuliah offline, karena sudah hampir dua tahun kuliah secara online“, kata Sekretaris Departemen Kemahasiswaan HMPS Komunikasi dan Penyiaran Islam, Tengku Zahra Nurlita.

Perkuliahan model luring atau bauran dapat dilakukan dengan memperhatikan kebijakan zonasi PPKM Mikro dan PPKM Kota Tangerang Selatan, lalu mahasiswa dan dosen menyiapkan surat pernyataan kesiapan pelaksanaan perkuliahan luring atau bauran yang ditanda tangani oleh dosen pengampu, mahasiswa, dan orang tua atau wali. Perkuliahan model luring atau bauran harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, dengan komitmen untuk manajemen risiko, dan mitigasi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mahasiswa siap memenuhi persyaratan perkuliahan model luring atau bauran.

“Di surat edaran tersebut terdapat administrasi yang harus dilaksanakan. Jika ditanya kesiapan pasti siap untuk memenuhi administrasi terlebih dahulu terkait surat pernyataan siap untuk belajar luring dan ditanda tangani oleh orang tua serta surat vaksin.” ucap Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Ekspetasi serta harapan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait pekuliahan model luring atau bauran di masa pandemi Covid-19 ini.

“Ekspetasinya sama aja seperti kuliah luring sebelum pandemi. Mungkin yang membedakan ialah protokol kesehatan yang lebih ketat saja”, kata Tengku Zahra Nurlita.

 

Previous articlePELITA 2021: Bersama Literasi, Membangun Generasi
Next articleECP Selenggarakan Scholarship Sharing Session: Everything You Need to Know to Get Scholarship in The UK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here