Sejumlah liga sepak bola dunia seperti di Jerman dan Asia sudah mempunyai kepastian mengenai kelanjutan kompetisi sepak bola. Bagaimana dengan indonesia? Kans untuk kembali digulirkan masih ada ditengah wabah virus covid-19 setelah Presiden Joko Widodo berencana melakukan new normal atau skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.
 
PT LIB ( Liga Indonesia Baru ) dan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) selaku operator Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia belum mempunyai kepastian mengenai keberlanjutan kompetisi sepak bola di Indonesia.
 
Terakhir kali Liga 1 Indonesia menggelar pertandingan pada Minggu 15 Maret 2020 yang mempertemukan beberapa tim untuk bertanding. Sebelum akhirnya dihentikan pada Senin 16 Maret 2020, karena dampak dari pandemi virus Corona.
 
Saat ini PT LIB hanya tengah merancang dan mematangkan kesiapan mengenai protokol kesehatan yang sesuai dengan regulasi pencegahan virus Corona. 
 
Hal tersebut dianggap perlu dan penting karena bisa saja PSSI meminta PT LIB untuk segera menggulirkan kembali Liga 1 dan 2 Indonesia, karena pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian), juga mengkaji pada fase ketiga new normal yaitu memperbolehkan olahraga outdoor kembali digelar dengan protokol per 15 Juni 2020. 
 
Namun tahukah kamu bahwa ini bukan pertama kali liga sepak bola Indonesia terhenti?
 
 
Pertama kalinya kompetisi sepak bola Indonesia dihentikan pada 1998. Ketika itu, PSSI yang dipimpin Azwas Anas memutuskan untuk menyetop Liga Indonesia IV 1997/98 pada 25 Mei 1998. Pada saat itu, krisis moneter yang melanda Indonesia membuat Bandung Raya dan Surabaya mundur akibat kesulitan finansial.
 
Kemudian Pada 6 Mei 1998, sekelompok suporter melakukan aksi vandalis terhadap klub Arseto Solo di Stadion Sriwedari. Aksi ini dipicu oleh Sigit Harjoyudanto, selaku pemilik klub Arseto Solo yang merupakan putra dari Soeharto, Presiden kala itu. Di tahun tersebut, segala hal yang berbau Soeharto menjadi sasaran amukan massa. 
 
Selain itu, tanda-tanda kompetisi akan dihentikan juga muncul saat beberapa laga dalam kurun waktu 
14 hingga 17 Mei dibatalkan. Alasan dibatalkannya yakni situasi keamanan yang tidak kondusif. Alhasil ditengah kacaunya situasi keamanan dan politik, PSSI memutuskan untuk menghentikan sejenak liga Indonesia IV 1997/98. Namun tidak hanya itu, PSSI juga menghentikan Divisi 1, Piala Nike, serta batal menjadi tuan rumah AFF 1998
 
Sumber: https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparanbola/sejarah-liga-indonesia-dua-kali-terhenti-di-tengah-jalan-1tVBgK1VioE
https://www.google.com/amp/s/m.bola.com/amp/4265644/bagaimana-sepak-bola-indonesia-bisa-berjalan-dengan-new-normal
Previous articlePenerapan New Normal di Indonesia
Next articleLagu Who Dis? Menjadi Album Pertama Secret Number, salah satu personil nya dari Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here