Penulis: Umi Jazilatul Khanifah | Editor: Hadid Aulia

JTV – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) kembali menyelenggarakan acara tahunan yaitu Festival Budaya (Fesbud) tahun 2021. Kegiatan ini mengambil tema “Jejak Tak Terbatas, Budaya Tak Terhempas”.

Festival Budaya 2021 digelar dari tanggal 11 Oktober, dimulai dengan diadakannya serangkaian perlombaan, seperti lomba poster digital, tiktok dan video kreatifsecara online. Perlombaanya online ini diikuti oleh peserta tingkat SMA/SMK dan Mahasiswa. Festival Budaya 2021 ditutup dengan diadakannya webinar dengan nama NGOBRAS (Ngobrol Bareng Seniman) pada 30 Oktober 2021.

Webinar ini mengangkat tema “Ekspresikan Seni, Lestarikan Tradisi di Era Digitalisasi”, serta mengundang Rifan Ibnu Rahman selaku Direktur Seni Budaya Indonesia.

Dalam pemaparannya, Rifan menjelaskan bahwa perkembangan seni budaya di Indonesia semakin miris, salah satunya yaitu Batik. Banyak daerah penghasil batik lambat laun produksinya semakin sedikit, hal inilah yang menyebabkan punahnya Batik.

Menurut Rifan, batik yang ada di Indonesia harus dimodifikasi agar lebih menarik masyarakatPerlu adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk ikut melestarikan budaya batik di Indonesia. Budaya bangsa lambat laun semakin terkikis, melihat saat ini banyak orang berpaling ke budaya negara luar seperti Korea, Jepang, India dan Amerika. 

Bahwa ketika negara itu sendiri mengembangkan budayanya, itu bisa membangkitkan ekonomi negara, akan tetapi di Indonesia belum. Di indonesia belum ada modifikasi kesenian salah satunya busana Batik Loreng artinya Indonesia gagal melakukan pengembangan dari kesenian yang sudah ada”. Ucapnya

Oleh sebab itu  di tahun 2017, Rifan bersama rekannya menciptakan “Swara Gembira” yaitu sebuah gerakan yang digagas untuk mengembalikan kejayaan seni budaya yang terkikis oleh industri hiburan mancanegara kepada generasi muda.

Rifanberpesan supaya kita harus bisa meniru dan mempelajari bagaimana kesuksesan budaya-budaya mancanegara, karena budaya mereka yang sudah berhasil digemari oleh banyak orang.

“Silahkan menonton silahkan mengomsumsi budaya-budaya mancanegara tapi satu hal yang penting adalah mari kita tiru atau mempelajari bagaimana kesuksesan mereka. Tapi yang kita lakukan bagaimana keberhasilan tersebut untuk kita adaptasi dalam seni budaya Indonesia“, ujarnya.

“Ingat yang ditiru apinya bukan abunya jangan sampai kita berlomba-lomba untuk menjadi mereka tapi yang harus dilakukan bagaimana seni budaya Indonesia bisa dapat sesukses mereka” Pesannya.

Acara ini juga merupakan acara puncak Festival Budaya 2021 yang diramaian oleh LSO Sketsa, serta pengumuman juara. Kemudian diakhir webinar tersebut diakhiri sesi tanya jawab dan dokumentasi.

 

Previous articleHMPS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Mengadakan Acara Parade Bulan Bahasa (PABULASA) 2021
Next articleSemarak Kemeriahan Jurnalistik Fair 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here